
‘’Untuk rekayasa kepala slinder, maka didapatlah kompresi 14,5. Bentuk kepala silinder masih menggunakan squsih aslinya. Hanya volumenya yang dikurangi. Untuk klepnya masih standar. Sudah optimal mensuplai, ’’terang Danang C- Duck yang selalu murah senyum dengan para jurnalis. Bahkan rajin kasih informasi penting.
Efek diameter porting masuk dan buang yang sudah diperbesar menjadi 28 mm, maka butuh pasokan bahan bakar yang lebih banyak. Badan gede, makan wajib ditambah. Itu logika sederhana. Dalam hal ini Danang C-Duck yang juga pelaku langsung dragbike alias joki, mengandalkan karbu Keihin PWK 35 mm Air Striker. Main-jet dan pilot jetnya efektif bermain di angka 128 dan 48
Karbu inilah yang bertugas mengirim bahan bakar lebih padat merayap hingga sisa pembakaran dilepas oleh knalpot custom yang berhasil diakalinya dari konstruksi silincer. ‘’Untuk meneruskan tenaga maka rasio pada motor sebagai berikut gigi 1 (14/30), gigi 2 (15/24), gigi 3 dan 4 masih standar, kemudin gigi 5nya perbandingan 23/23, dan gigi 6 (25/23, “’pungkas Danang C-Duck yang mematok final gear 12-43. D 14 N
