
Makin kesini, kelas ini menjadi parameter kepiawaian tuner, mengingat minimnya regulasi yang diplot di kelas ini.
Termasuk Endi Jati Koto, tuner P2Ar Kete Kete Top Arista Lele maboer, Pare, Kediri yang sukses membangun F1Z R pacuan fandi Cuplis dan Akhir Cakar. Sipnya, saat ini sukses membekukan best time 8,3 detik kondisi trek basah. Itu artinya saat trek kering, catatan waktu makin singkat.
Korekan terbaru pada bebek 2 taknya fokus pada pembenahan knalpot. Dimensi perut disusut 20 mm, konteks demikian ditujukan untuk meminimalisir induksi gas buang. Disempurnakan leher knalpot Suzuki A-100, dengan dimensi leher 29 mm. Ketika dibandingkan dengan leher orsi F1Z R yang cuman 25 mm, maka ada perbedaan yang signifikan.
“Flow gas buang jadi kian singkat. Gas segar yang ikut terbuang tak lagi diturbulensikan dan dibakar ulang,” yakin Koto sapaan tunernya.
